Search

March 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
 << <   > >>
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31      

Last comments

Who's Online?

  • Guest Users: 1

Syndicate this blog

powered by
b2evolution

 

 

Selamat datang di Rumah Belajar Psikologi, yang khusus menampilkan ARTIKEL. Di sini Anda dapat membaca artikel-artikel yang ditulis untuk menjadi jembatan antara pengetahuan psikologi dengan pengalaman. Anda juga diundang untuk menampilkan tulisan dan usulan kategori, dengan mengirimkan e-mail ke kami, atau register terlebih dahulu.

Selamat berbagi dan belajar.

HoLd On

Hold on [Ten2five]

When you need someone to hold you
When you feel cold and alone
Try to find a way to warm yourself
But you don’t know what to do

This is for those who suffer a lot
It feels so hard to smile
Remember at the time of sadness
When people are crying for their lives

Look around you
There’s an empiteness in their eyes
No more children’s laugh
No more peace in our lives

Let’s hold on together
Release all your pain
And let me wipe your tears
And smile

Believe in the power of love
The strength inside you
And let us survive
Build the happiness
Hold on..hold on…hold on…hold on…

Narative lagu :
Lagu ini menceritakan tentang semangat dan kekuatan yang ingin dibangun oleh seorang sahabat kepada sahabatnya yang sedang mengalami kesusahan dan kesulitan yang harus dihadapi dalam hidupnya. Hal ini nampak dari cuplikan teks berikut ini:
“When you need someone to hold you
When you feel cold and alone
Try to find a way to warm yourself
But you don’t know what to do
This is for those who suffer a lot
It feels so hard to smile”

[More:]

Putus asa dan air mata menjadi pemandangan yang biasa ia lihat dari sahabatnya. Namun, sebagai seorang sahabat yang baik, ia mengajak sahabatnya untuk tidak menganggap bahwa kesusahannya ini adalah yang terberat dan tidak dapat dipecahkan. Ia mengajak sahabatnya untuk membuka mata dan hatinya, bahwa begitu banyak yang harus ia syukuri, ia masih lebih beruntung dari mereka yang tidak punya uang untuk menjalani hidupnya atau mereka yang akhirnya menjadi anak – anak jalanan dan harus mencari uang di jalan dengan penuh resiko. Ia ingin sahabatnya mengerti saat ini, tidak ada kedamaian yang diimpi – impikan semua orang, banyak orang yang menderita karena ini. Hal inilah yang secara implisit muncul dari cuplikan teks berikut ini :
“Remember at the time of sadness
When people are crying for their lives
Look around you
There’s an empiteness in their eyes
No more children’s laugh
No more peace in our lives”
Ia juga menekankan bahwa bukan kita yang menunggu kedamaian dan kebahagiaan menghampiri kita, tetapi sebaliknya kitalah yang harus menciptakan dan membangun kedamaian serta kebahagiaan, dimulai dari diri kita sendiri. Ia begitu sabar dan pengertian, berusaha untuk memahami perasaan sahabatnya dan ingin selalu mendampinginya dan berada di sisi sahabatnya saat ini. Ia tahu bahwa sahabatnya sangat membutuhkan dirinya, secara perlahan – lahan ia mengajak sahabatnya untuk bertahan dan membangun kebahagiaan, bukan untuk siapa – siapa tapi untuk diri sahabatnya sendiri. Ia berusaha tetap meyakinkan sahabatnya bahwa sahabatnya kuat dan mampu melewati ini semua asalkan sahabatnya mau bertahan. Ini semua tersampaikan pada potongan teks berikut ini :

“Let’s hold on together
Release all your pain
And let me wipe your tears
And smile

Believe in the power of love
The strength inside you
And let us survive
Build the happiness
Hold on..hold on…hold on…hold on…”

Actor : ia atau sahabat yang ingin menghibur
Action : berbagai cara untuk mendukung sahabatnya
Intention : ingin membangun perasaan bahagia dan semangat bertahan pada diri sahabatnya
Background : kondisi seseorang jatuh dan sedang mengalami kesusahan dan ingin dibantu oleh sahabatnya.
Instrumen : lagu.
Archetype dari sahabat yang ingin menghibur : orphan

Hasil interpretasi diri, ketika mendengar lagu ini……..
Kehidupanku adalah seperti lukisan. Penuh dengan lekukan, goresan dan warna. Masalah yang aku hadapi selama hidupku begitu bervariasi. Dari hal – hal yang dianggap sepele oleh orang lain hingga masalah yang menyita banyak simpati dari orang lain. Saat ini itulah yang sedang aku hadapi yaitu sedang menghadapi masalah yang menyita banyak simpati dari orang lain. Kesehatan papa kian hari kian menurun, tuntutan keluarga terhadap kelulusanku dan segera menjadi sarjana psikologi semakin mendesakku untuk mencapai keinginan ini secepatnya. Tuntutan dan tekanan dari sana – sini seakan seperti goresan yang sedang dibentuk, terasa menyakitkan dan begitu menyesakkan. Aku telah sampai di satu titik dimana aku hanya mampu berpikir untuk menyelesaikan hari ini tanpa menyelesaikan masalah di hari kemarin maupun memikirkan langkah yang harus aku ambil untuk esok hari. Papa, mama, kakak – kakakku saat ini hanya seperti aksesoris dalam kehidupanku. Namun merekalah yang selalu mendukungku, walaupun mereka tidak membantuku dengan memeluk atau berada di sampingku ketika aku menangis, tetapi mereka membantuku dengan bentuk lain. Mengirimkan pesan di handphone seperti bertanya apakah aku sudah makan? Pulang jam berapa? Mama menungguiku saat aku akan berangkat kuliah di pagi hari. Bagiku ini semua sudah lebih dari cukup, tapi terkadang itu menjadi tidak bermakna bagiku karena aku tetap merasa kesepian dan kehilangan tempat untuk bersandar.

Lagu inilah yang menjadi penggerakku, lagu ini berhasil membuatku untuk sadar bahwa aku bukanlah satu – satunya orang yang punya masalah di dunia ini. Bukan aku yang sepantasnya, mengutuk diri dan berkeluh kesah serta menjadi jauh dariNya. Bukan aku yang seharusnya putus asa dan hilang arah tujuan. Aku yang seharusnya memberi simpati bukan aku yang seharusnya mendapatkan simpati. Begitu banyak yang harus aku syukuri dan aku pertahankan, tidak termasuk rasa putus asaku yang aku pertahankan. Saat aku pulang kuliah, sementara aku pulang naik mobil ber-AC, aku melewati orang – orang yang menahan panas dari teriknya matahari atau menunggu di bawah kolong jembatan untuk sekedar melindungi diri dari derasnya hujan yang mengguyur kota Jakarta. Itu hanyalah sebagian kecil yang harusnya bisa aku syukuri dan seringkali luput dari perhatianku. Aku terlalu menyepelekan berkat yang melimpah ruah yang Tuhan berikan untukku.

Papa, mama dan kakak – kakakku sampai saat ini masih menungguku…menunggu untuk jadi tempat bersandar karena mereka siap untuk membuatku tersenyum, mereka siap untuk memberikan pundaknya untuk sekedar menjadi tempatku untuk menangis, mereka siap untuk bersama- sama membangun kebahagiaan dan kekuatan demi menghadapi permasalahan dalam hidupku.

Dan saat ini aku sadar….masalah bukanlah masalah apabila aku tidak menganggapnya sebagai masalah. Itu semua hanyalah bagian dari goresan dan lekukan dalam kehidupanku. Saat ini aku bisa melihat jelas bahwa apa yang terjadi dalam kehidupanku adalah indah karena semuanya akhirnya menjadi sebuah lukisan yang indah karena aku mau bertahan dan siap bertahan….. demi aku…demi papa, mama, kakak dan orang – orang yang mendukungku selama ini.

Archetype : ada dua archetype yang cukup dominan dalam diri “aku” yaitu orphan → dalam cara memandang orang lain, rasa empati, pengalaman yang ia punya yang kemudian dijadikan hal untuk membuat perubahan dalam diri aku. dan destroyer→ bagaimana cara “aku” mengidentifikasi masalah, dan cara untuk menanganinya.

1042 Words . acintya . 19-11-07 . 14:38:49 . Permalink . 603 views  2 feedbacks

Comments, Pingbacks:

Comment from: witRi [Visitor] Email
uh.. lagu n interpretasinya sama dengan keadaan saya saat ini,, benar juga klo saat ini tidak hanya qta yg punya masalah..
PermalinkPermalink 19-06-08 @ 06:36
Comment from: hanyu [Visitor] Email
Support of the Lou Zhu, Lou Zhu worked hard
Signature--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nothing is impossible for a willing heart.
[url=http://www.uggshelf.com/Products.html][color=black]ugg boots[/color][/url]
Signature--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nothing is impossible for a willing heart.
[url=http://www.uggshelf.com/UGG-Bailey-Button/View-all-products.html][color=black]ugg bailey button[/color][/url]
PermalinkPermalink 11-11-09 @ 21:27

Leave a comment:

Your email address will not be displayed on this site.
Your URL will be displayed.

Allowed XHTML tags: <p, ul, ol, li, dl, dt, dd, address, blockquote, ins, del, span, bdo, br, em, strong, dfn, code, samp, kdb, var, cite, abbr, acronym, q, sub, sup, tt, i, b, big, small>
(Line breaks become <br />)
(Set cookies for name, email and url)
(Allow users to contact you through a message form (your email will NOT be displayed.))

Previous post: The RoseNext post: Simple Plan-Perfect