Search

March 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
 << <   > >>
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31      

Last comments

Who's Online?

  • Guest Users: 1

Syndicate this blog

powered by
b2evolution

 

 

Selamat datang di Rumah Belajar Psikologi, yang khusus menampilkan ARTIKEL. Di sini Anda dapat membaca artikel-artikel yang ditulis untuk menjadi jembatan antara pengetahuan psikologi dengan pengalaman. Anda juga diundang untuk menampilkan tulisan dan usulan kategori, dengan mengirimkan e-mail ke kami, atau register terlebih dahulu.

Selamat berbagi dan belajar.

The Rose

Some say Love it is a river,
That drowns the tender reed.
Some say Love it is a razor,
That leaves the soul to bleed.
Some say Love it is a hunger,
An endless, aching need.
I say Love it is a flower,
And you it’s only seed.

It’s the heart, afraid of breaking,
That never learns to dance.
It’s the dream, afraid of waking,
That never takes a chance.
It’s the one who won’t be taken,
Who cannot seem to give.
And the soul, afraid of dyin’,
That never learns to live.

When the night has been too lonely,
And the road has been too long,
And you think that Love is only,
For the lucky and the strong,
Just remember in the winter,
Far beneath the bitter snow,
Lies a seed that with the sun’s Love,
And the spring, becomes the rose

Pada umumnya, lirik lagu biasanya akan ada beberapa bait yang akan diulang-ulang (atau disebut juga reffrain ), dengan maksud ada suatu penekanan di bait lagu yang diulang itu, tetapi, lagu ini berbeda. Lagu ini tidak mengharapkan pendengarnya untuk mementingkan hanya pada beberapa baitnya saja dan memang tidak ada unsur pengulangan lirik tertentu. Si penggubah lagu ingin mencoba mengajak pendengar lagu untuk mendengar pesan lagu ini sampai habis. Di mulai dari tentang “cinta”, lalu tentang perasaan “putus asa” ,”egois” & “kekalahan”, dan berakhir dengan isi pesan tentang “harapan”& “kemenangan”, penggubah lagu mencoba mengingatkan pendengar untuk selalu percaya ada harapan dibalik masa yang sukar.

[More:]

Some say Love it is a river,That drowns the tender reed.
Some say Love it is a razor,That leaves the soul to bleed.
Some say Love it is a hunger,An endless, aching need.
I say Love it is a flower,And you it’s only seed.

Bagian pertama, ia menceritakan tentang definisi “cinta/love” dari beberapa sudut pandang orang-orang dan dari dirinya. Ada yang menanalogikan ”cinta” seperti sungai yang mengalir pelan dan lembut, ada yang menganalogikannya seperti silet yang dapat membuat berdarah dan berbekas, dan ada pula yang menganalogikannya seperti suatu ”kelaparan” yang tidak pernah habis rasa laparnya.

Cinta memang lembut, tetapi dapat juga menyakiti hati dan perasaan manusia. Cinta itu esensi kebutuhan hidup, namun dapat menjadi rasa adiktif yang tidak pernah habis. Maksud dari itu semua adalah benar dan tidak sepenuhnya salah. Dari berbagai pendapat itu, akhirnya si penggubah lagu memiliki pengertian berbeda dan tersendiri tentang ”cinta”, yaitu ”cinta” seperti bunga dan setiap orang merupakan ”benih”-nya. Maksudnya adalah, setiap orang sudah memiliki ”cinta” dan seringkali tidak menyadarinya. Seringkali ”cinta” terus menerus dicari padahal dia ada didepan mata kita, dan seringkali kita merasa kecewa dan sakit hati karena menganggap ”cinta” itu pergi meninggalkan kita. Padahal sebenarnya, ”cinta” sudah lama berada didalam diri kita dan tinggal bagaimana kita merawat ”cinta” itu tetap hidup dan tumbuh didalam diri kita.

It’s the heart, afraid of breaking,That never learns to dance.
It’s the dream, afraid of waking,That never takes a chance.
It’s the one who won’t be taken,Who cannot seem to give.
And the soul, afraid of dyin’,That never learns to live.

Bagian kedua, si penggubah lagu menuturkan beberapa hal yang menggambarkan apa arti ”kekalahan” yang sebenarnya. Ada orang yang merasa takut disakiti padahal mereka belum pernah sungguh-sungguh mencoba untuk belajar. Mereka tidak sungguh-sungguh mengerti bahwa setiap proses pasti akan ada masa sukar dan mereka malah menyalahkan hal itu. (It’s the heart, afraid of breaking,That never learns to dance.)

Seringkali kita melewati suatu kesempatan-kesempatan dalam hidup karena terlalu terlena pada mimpi semu saja. Mimpi bisa menjadi kenyataan asal ada tekad dan usaha, bukan hanya bermimpi dan tidak melakukan apa-apa. Tanpa kita sadari ada banyak kesempatan yang kita buang/ lewati karena dianggap akan merusak mimpi kita, padahal kesempatan dalam hidup merupakan kunci untuk mencapai cita-cita/mimpi kita. (It’s the dream, afraid of waking,That never takes a chance.)

Ada orang yang tampak selalu egois dan tidak mau rugi, dan mereka tidak menyadari bahwa hal itu merupakan titik kelemahan mereka. Suatu kemenangan ataupun kepuasan akan dihasilkan melalui adanya suatu pengorbanan. Dan tanpa pengorbanan, tidak akan ada hasil yang sesuai dengan ekspektasi yang mereka inginkan. (It’s the one who won’t be taken,Who cannot seem to give.)

Tetapi, dari semua gejala-gejala yang menggambarkan “kekalahan” itu, pada dasarnya ketakutan pada maut-lah yang membuat orang merasa hidupnya terancam. Jika kita hanya terfokus pada rasa takut pada kematian, maka kita tidak akan pernah mengerti apa sebenarnnya arti dari hidup. Intinya, kita jadi lupa mensyukuri hidup dan akhirnya tidak lagi menghargai keadaan kita sekarang.( And the soul, afraid of dyin’,That never learns to live.)

When the night has been too lonely,And the road has been too long,
And you think that Love is only,For the lucky and the strong,
Just remember in the winter,Far beneath the bitter snow,
Lies a seed that with the sun’s Love,And the spring, becomes the rose

Bagian terakhir lagu ini merupakan tujuan dari pesan bait-bait sebelumnya. Berangkat dari bagian pertama yang menjelaskan definisi “cinta” , lalu dilanjutkan dengan bagian kedua lagu(tentang “kekalahan”) yang seolah-olah tidak ada hubungannya dengan isi pesan pada bagian lagu sebelumnya, si penggubah lagu akhirnya ingin mengaitkan kedua isi pesan itu pada bagian terakhir lagu ini. Hal lain yang menjadi spesial di bagian terakhir lagu ini adalah, bentuk pesan yang disampaikan berbeda dari yang sebelumnya. Kalau pada bagian pertama dan kedua isi pesan disampaikan dengan bentuk kutipan analogi dan seperti syair, pada bagian ini penggubah lagu memakai perumpamaan kehidupan sehari-hari. Si penggubah lagu mengingatkan kembali kepada pendengar lagu yang sedang putus asa ataupun sedang mengalami masa sukar untuk tetap percaya bahwa pasti akan ada harapan dibalik itu semua.

Pada bagian “When the night has been too lonely..”, dia (penggubah lagu) mengumpamakan kehidupan itu sepeti malam hari yang saking gelapnya, kita hanya menyadari dan bisa melihat keberadaan kita sendiri saja. Sepertinya kita hanya sendirian saja yang menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan kita, tanpa orang lain juga ikut merasakan apa yang kita alami. Lalu pada kalimat ”.. And the road has been too long..”, yang menggambarkan tentang keadaan masalah kehidupan kita yang rasanya tidak akan pernah selesai/habis. Perjalanan dalam kehidupan terus berlanjut karena kita terus berusaha mengatasi semuanya. Di dalam keadaan seperti itu, kita menyadari bahwa satu-satunya yang kita miliki adalah perasaan ”cinta”, maka itu akan membuat kita kuat dan merasa beruntung. “Cinta” dapat membuat kita merasa bersyukur dengan keadaan yang sesulit apapun, dan itulah inti dari pesan bagian pertama.

Akhirnya pada bagian “..Just remember in the winter,Far beneath the bitter snow,Lies a seed that with the sun’s Love,And the spring, becomes the rose.”, dia mengingatkan kepada kita (pendengar) bahwa segala masa sukar yang kita alami, mungkin itu lama ataupun sangat menyakitkan, dibalik itu pasti ada maksud yang baik, yang sangat bermakna dan bermanfaat dalam hidup kita nantinya.

Pesan dari lagu (atau juga dari si penggubah lagu) ini cenderung menggambarkan jenis archetype The Innocent karena, mengingatkan untuk selalu percaya pada harapan dibalik masalah yang kita hadapi sehari-hari. Archetype The Innocent selalu berpikir optimistik dan selalu melihat tantangan sebagai kesempatan. Pada isi pesan di bait kedua sudah terlihat jelas si penggubah lagu mengajak pendengarnya untuk merenungkan bahwa suatu kekecewaan justru datang dari kita tidak mengambil kesempatan dan tidak melihat sisi baik dari suatu masalah. Penggambaran situasi dan kondisi pada lirik lagu ini sangat jelas, dimana ketika penggubah lagu maupun pendengar sedang ada masalah atau ada pergumulan dalam hidupnya dan inti pesan dari lagu ini sangat cocok dengan kebutuhan dasar dari archetype The Innocent, yaitu supaya tidak pernah putus harapan kita walaupun kita berada dalam masalah yang tersulit sekalipun.

Lagu ini sangat berkesan buat saya karena secara keseluruhan menggambarkan apa yang saya rasakan tentang kehidupan saya sekarang. Seringkali saya merasa pesimis dan merasa bertanya tentang apa sebenarnya hidup, dan ketika seperti itu, saya akan putarkan lagu ini di kamar saya, sendirian, dan mendengarkannya dengan menutup mata. Entah kenapa, setelah mendengar lagu ini dengan cara tersebut membuat saya lebih menerima realita kehidupan saya. Beberapa tahun lalu, saya pernah merasakan sakit hati yang dalam, tetapi tidak pernah saya ungkapkan karena tidak tahu apa penyebab sebenarnya. Waktu itu saya baru membeli cd “ken’s bar” yang dinyanyikan oleh Hirai Ken , dan lagu ini termasuk didalamnya. Sebelumnya saya tidak pernah dengar lagu ini dan ketika pertama kali mendengar lagu ini, sempat membuat saya menangis terharu. Seringkali masalah sulit dijelaskan dengan kata-kata dan pada waktu itu mendengar lagu ini membuat saya merasa lagu ini sangat menggambarkan apa yang saya rasakan tentang kondisi saya pada waktu itu. Sekarang, lagu ini menjadi salah satu lagu yang merepresentasikan isi dari ‘diary’ kehidupan saya.

1424 Words . lalalamania . 19/11/07 . 02:31:46 pm . Permalink . 777 views  4 feedbacks

Comments, Pingbacks:

Comment from: yetti asnita [Visitor] Email
Tetaplah kau bersikap manis
Walaupun kehidupan ini pahit
Dan tetaplah kau ridha
Walaupun semua orang murka
PermalinkPermalink 05/01/09 @ 11:16
Comment from: yetti asnita [Visitor] Email
Tetaplah kau bersikap manis
Walaupun kehidupan ini pahit
Dan tetaplah kau ridha
Walaupun semua orang murka
PermalinkPermalink 05/01/09 @ 11:38
Comment from: yetti asnita [Visitor] Email
Tetaplah kau bersikap manis
Walaupun kehidupan ini pahit
Dan tetaplah kau ridha
Walaupun semua orang murka
PermalinkPermalink 05/01/09 @ 12:14
Comment from: hanyu [Visitor] Email
Support of the Lou Zhu, Lou Zhu worked hard
Signature--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nothing is impossible for a willing heart.
[url=http://www.uggshelf.com/Products.html][color=black]ugg boots[/color][/url]
Signature--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Nothing is impossible for a willing heart.
[url=http://www.uggshelf.com/UGG-Bailey-Button/View-all-products.html][color=black]ugg bailey button[/color][/url]
PermalinkPermalink 11/11/09 @ 21:24

Leave a comment:

Your email address will not be displayed on this site.
Your URL will be displayed.

Allowed XHTML tags: <p, ul, ol, li, dl, dt, dd, address, blockquote, ins, del, span, bdo, br, em, strong, dfn, code, samp, kdb, var, cite, abbr, acronym, q, sub, sup, tt, i, b, big, small>
(Line breaks become <br />)
(Set cookies for name, email and url)
(Allow users to contact you through a message form (your email will NOT be displayed.))

Previous post: Paint It BlackNext post: HoLd On