Search

September 2010
Mon Tue Wed Thu Fri Sat Sun
 << <   > >>
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30      

Last comments

Who's Online?

  • Guest Users: 1

Syndicate this blog

powered by
b2evolution

 

 

Selamat datang di Rumah Belajar Psikologi, yang khusus menampilkan ARTIKEL. Di sini Anda dapat membaca artikel-artikel yang ditulis untuk menjadi jembatan antara pengetahuan psikologi dengan pengalaman. Anda juga diundang untuk menampilkan tulisan dan usulan kategori, dengan mengirimkan e-mail ke kami, atau register terlebih dahulu.

Selamat berbagi dan belajar.

Manusia Bodoh

By: Ada Band

Dahulu terasa indah
Tak ingin lupakan
Kemesraan selalu jadi satu kenangan manis
Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh
Yang biarkan semua ini permainkanku berulang-ulang kali

Reff :
Mencoba bertahan sekuat hati
Layaknya karang yang dihempaskan ombak
Jalani hidup dalam buai belaka
Serahkan cinta tulus di dalam takdir

Tak ayal tingkah lakumu buatku putus asa
Kadang akal sehat ini tak cukup membendungnya
Hanya kepedihan yang slalu datang menertawakanku
Kau belahan jiwa tega menari indah di atas tangisanku

*Kembali ke Reff

Tapi sampai kapankah ku harus menanggungnya
Utuhkan cinta ini
Semua kisah pasti ada akhir yang harus dilalui
Begitu juga akhir kisah ini, yakin ku indah

*Kembali ke Reff

Tapi sampai kapankah ku harus menanggungnya
Utuhkan cinta ini
Bersemayam dalam kalbu …

[More:]

Actor: seseorang yang menyesali masa lalunya dan menganggap dirinya sebagai sumber kesalahan satu-satunya.
”Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh”

Action: seseorang yang memiliki masa lalu yang indah, lalu menyesal ketika masa yang indah tersebut telah pergi. Ia mengenang dan menyesali perbuatannya yang dulu, yang mengakibatkan masa yang indah tersebut berlalu. Akhirnya ia hanya dapat pasrah pada takdir.
“mencoba bertahan sekuat hati. layaknya karang yang dihempaskan ombak, jalani hidup dalam buai belaka, serahkan cinta tulus di dalam takdir”

Scene: situasi yang dirasaklan adalah:
1. situasi sedih: ”Hanya kepedihan yang slalu datang menertawakanku”
2. rasa bersalah yang mendalam: ”Tiada yang salah, hanya aku manusia bodoh”
3. rasa putus asa: ”Tak ayal tingkah lakumu buatku putus asa.”

Intention: tujuan dari orang yang diceritakan dalam lagu manusia bodoh adalah mencoba bertahan dari situasi sedih yang dialaminya. ”mencoba bertahan sekuat hati, layaknya karang yang dihempaskan ombak.” Namun ada sdikit harapan bahwa masalahnya akan berakhir dengan indah: ”Begitu juga akhir kisah ini, yakin ku indah.”

Masa lalu kadang tak ingin dilupakan, terutama jika masa lalu tersebut terasa indah. Mungkin ini yang ingin disampaikan Ada Band dalam lagunya, ”Manusia Bodoh.”

Lagu ini mengajak kita untuk mengenang masa lalu yang indah, yang tak ingin dilupakan. Masa di mana semua terasa menyenangkan, di mana tawa dan kemesraan menjadi bagian penting di dalamnya. Namun kadang kala seseorang susah untuk menerima jika masa-masa yang indah itu pergi. Tak jarang memunculkan perasaan bersalah dalam diri orang tersebut.

Kesan pertama yang saya tangkap dari lagu ini adalah kesedihan yang mendalam. Sepertinya sang tokoh dalam lagu ini pernah mengalami masa-masa indah dengan seseorang. Namun saat ini masa-masa indah tersebut tinggal kenangan. Dan tokoh dalam lagu ini belum dapat menerima kenyataan bahwa masa-masa indah yang dialaminya telah hilang dan menjadi masa lalu. Akhirnya yang dapat dilakukannya hanya menyesal dan pasrah pada takdir.

Saya cenderung melihat tokoh dalam lagu ini adalah seorang dengan archetype orphan. Individu dengan archetype orphan adalah individu yang akrab dengan masalah dan tragedi. Individu tersebut jika dihadapkan pada sebuah masalah mula-mula berpikir bahwa masalah itu memang akan selalu datang padanya.Hal ini dapat terlihat jelas pada salah satu lirik: ”hanya kepedihan yang slalu datang menertawakanku”. Tokoh dalam lagu tersebut merasa bahwa hanya kepedihan dan tragedi yang selalu menghampiri hidupnya. Selain akrab dengan kemalangan, ia juga merasa kemalangan tersebut berulang kali mempermainkannya seperti yang ditunjukkan pada lirik ”yang biarkan semua ini permainkanku berulang-ulang kali”.

Oleh karena itu mereka biasanya merasa hidup adalah tidak mudah. Hal ini juga cenderung memicu perasaan putus asa. Hal ini terlihat jelas pada lirik “tak ayal tingkah lakumu buatku putus asa, kadang akal sehat ini tak cukup membendungnya.”

Individu orphan juga mempunyai kecenderungan untuk menjadi sinis, ketakutan untuk percaya akan orang lain, karena mereka merasa terlalu sering dikecewakan oleh orang lain. Dikecewakan orang lain lalu menimbulkan kesinisan dapat kita lihat pada beberapa lirik:
“Tak ayal tingkah lakumu buatku putus asa..
Kadang akal sehat ini tak cukup membendungnya..
Tapi sampai kapankah ku harus menanggungnya..
Utuhkan cinta ini”

Dari lirik di atas terlihat bahwa sang tokoh merasa tingkah laku orang lain sudah di luar akal sehatnya dan membuatnya kecewa serta putus asa. Lalu ia merasa bahwa seolah-olah ia seorang diri yang harus menanggung semua akibat dari perbuatan orang lain. Kalimat paling sinis menurut saya adalah ”kau belahan jiwa tega menari indah di atas tangisanku”. Kalimat ini menunjukkan bahwa tokoh tersebut merasa nasibnya sungguh malang karena sang belahan jiwa malah tega bersenang-senang di atas penderitaannya.

Saya memilih untuk menganalisa lagu ini karena saya pernah merasa benar-benar bodoh, persis seperti yang diceritakan dalam lagu ini. Ketika itu saya juga belum bisa menerima bahwa masa-masa yang indah bagi saya ternyata sudah hilang dan hanya menjadi sebuah kenangan. Yang saya lakukan hanya menyesal, menyalahkan hidup, dan mengeluarkan beribu seandainya: “Seandainya saya dulu begini… Seandainya dulu saya tidak begitu…” seandainya, seandainya….. Ketika itu saya merasa bahwa sepertinya hidup tidak pernah bersahabat dengan saya, dan hanya kemalangan yang selalu saya rasakan.

Namun ternyata semua pikiran saya saat itu salah. Saya akhirnya menemukan bahwa hidup kadang menyedihkan namun tak jarang ada rasa gembira di dalamnya. Sekarang saya sudah bisa melupakan masa-masa itu. Namun, dengan menganalisis lagu ini, saya mencoba mengenang serta menertawakan kembali masa-masa tersebut.
“Masa lalu, baik sedih maupun senang, memang layak untuk selalu dikenang…”

818 Words . mario somba . 19-11-07 . 10:47:02 . Permalink . 528 views  1 feedback

Comments, Pingbacks:

Comment from: air jordan [Visitor] Email · http://www.4uaj.com
http://www.4uaj.com/ air jordan
PermalinkPermalink 27-05-10 @ 04:16

Leave a comment:

Your email address will not be displayed on this site.
Your URL will be displayed.

Allowed XHTML tags: <p, ul, ol, li, dl, dt, dd, address, blockquote, ins, del, span, bdo, br, em, strong, dfn, code, samp, kdb, var, cite, abbr, acronym, q, sub, sup, tt, i, b, big, small>
(Line breaks become <br />)
(Set cookies for name, email and url)
(Allow users to contact you through a message form (your email will NOT be displayed.))

Previous post: SHIVER oleh ColdplayNext post: Aku Mau..!!