<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?><!-- generator="b2evolution/1.10.2" -->
<rss version="0.92">
	<channel>
		<title>Artikel</title>
					  <link>http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php</link>
			  <description></description>
			  <language>id-ID</language>
			  <docs>http://backend.userland.com/rss092</docs>
			  			  <item>
			    <title>Konseling Pegawai vs Pembinaan Disiplin Pegawai</title>
			    <description>&lt;p&gt;Pegawai di lingkungan Pemerintahan Daerah maupun Pemerintahan Pusat tidak sedikit yang terlibat dalam kasus, baik itu kasus pelanggaran disiplin maupun kasus perceraian.&lt;br /&gt;
Pegawai, tepatnya Pegawai Negeri Sipil terikat dalam berbagai macam peraturan perundang-undangan bidang kepegawaian yang mengatur perilaku pegawai &lt;img src=&quot;http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/rsc/smilies/icon_exclaim.gif&quot; alt=&quot;&amp;#58;&amp;#33;&amp;#58;&quot; class=&quot;middle&quot; /&gt; &lt;br /&gt;
Ada PP 30 tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai,&lt;br /&gt;
PNS yang akan mengajukan izin cuti juga diatur dalam PP 24 tahun 1976,&lt;br /&gt;
bahkan PNS akan bercerai atau menikah lagi pun diatur dalam PP 10 tahun 1980 jo. PP 45 tahun 1983 tentang Izin perkawinan dan Perceraian.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kasus pelanggaran yang muncul pun sangat kompleks, mulai dari yang sekedar tidak masuk kerja tanpa keterangan yang sah selama lebih dari 5 (lima) hari sampai berbulan-bulan &lt;img src=&quot;http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/rsc/smilies/grayno.gif&quot; alt=&quot;&amp;#58;&amp;#110;&amp;#111;&amp;#58;&quot; class=&quot;middle&quot; /&gt;&lt;br /&gt;
kasus perselingkuhan sampai kawin siri (jangan salah lho, utk PNS kawin siri tmsk bentuk pelanggaran disiplin dan sanksinya termasuk sanksi tingkat berat), &lt;br /&gt;
kasus korupsi, penyelahgunaan wewenang, keuangan, dan lain-lain.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Penyebabnya pun tentu bermacam-macam, bahkan ada yang seperti lingkaran setan. misal masalah ekonomi menimbulkan masalah dalam rumah tangga sehingga mengganggu etos kerja yang bersangkutan di kantor, akibatnya pun yang bersangkutan sering tidak hadir di kantor tanpa lasan yang sah, maka sesuai aturan yang bersangkutan mendapatkan sanksi, hal tersebut semakin memperburuk kondisi rumahtangganya, sehingga berakhir dengan perceraian&amp;#8230;. &lt;img src=&quot;http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/rsc/smilies/icon_cry.gif&quot; alt=&quot;&amp;#58;&amp;#39;&amp;#40;&quot; class=&quot;middle&quot; /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Situasi kerja yang kondusif tentu saja sangat mendukung upaya untuk meminimalis perilaku pegawai yang tidak diinginkan (baca : pelanggaran disiplin). &lt;br /&gt;
Tentunya menciptakan situasi kerja yang kondusif adalah tugas setiap individu pada dinas terkait, bukan hanya karyawan tapi juga dari pimpinan. Justru peranan pimpinan sangat penting. Karena pada dasarnya pembinaan bagi pegawai bukan hanya karena pegawai itu &amp;#8220;bermasalah&quot;, tapi memberikan reward kepada pegawai yang berprestasi juga bagian dari pembinaan disiplin pegawai. Termasuk menyediakan fasilitas konseling bagi pegawai itu juga sebagai langkah positif untuk pembinaan disiplin.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Semoga yang ada bukan hanya laporan pegawai bermasalah tapi juga pegawai-pegawi yang berprestasi&amp;#8230;. &lt;img src=&quot;http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/rsc/smilies/icon_smile.gif&quot; alt=&quot;&amp;#58;&amp;#41;&quot; class=&quot;middle&quot; /&gt;&lt;/p&gt;</description>
			    <link>http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php/2010/04/01/konseling_pegawai_vs_pembinaan_disiplin_</link>
			  </item>
			  			  <item>
			    <title>Kisah tentang hidup</title>
			    <description>&lt;p&gt;Alkisah ada seorang pengrajin yang membuat pensil sebagai salah satu karyanya. Namun sebelum pensil itu diizinkan untuk keluar menjelajahi banyak tempat, sang pengrajin memberikan nasihat-nasihat kepadanya.&lt;br /&gt;
1. You will be able to do many great things, but only if you allow yourself to be held in Someone&amp;#8217;s hands.&lt;br /&gt;
2. You will experience a painful sharpening from time to time but this is required if you are to become a better pencil.&lt;br /&gt;
3. You have the ability to correct any mistakes you might make.&lt;br /&gt;
4. The most important part of you will always be what&amp;#8217;s inside.&lt;br /&gt;
5. No matter what the condition, you must continue to write. You must always leave a clear, legible mark no matter how difficult the condition.&lt;br /&gt;
Setelah paham apa yang dikatakan oleh sang pengrajin, ia pun diizinkan untuk keluar menjelajahi dunia&lt;/p&gt;</description>
			    <link>http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php/2010/04/01/kisah_tentang_hidup_1</link>
			  </item>
			  			  <item>
			    <title>Budaya Kambing Hitam</title>
			    <description>&lt;p&gt;Budaya  Kambing Hitam&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Beberapa hari lalu diberitakan melalui berita pagi di sebuah televisi yang memberitakan telah terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang ibu dan anaknya.  Mereka tewas karena tertabrak kereta api yang sedang melintas.  Satu hal yang cukup menggelikan  kebanyakan warga yang menempati &amp;#8216;rumah-rumah&amp;#8217; disekitar rel justru menyalahkan kondisi lingkungan yang tidak ada pagar pembatas antara rel dan &amp;#8216;rumah warga&amp;#8217;.  Mereka menutup mata terhadap kemungkinan kecerobohan dan ketidakwaspadaan sang ibu tadi.  Menggelikan karena justru keberadaan warga di sekitar rel lah yang sebenarnya tidak pada tempatnya,  karena sekitar kiri kanan rel sebenarnya merupakan daerah terlarang untuk hunian.  &lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dari fakta diatas jelas sekali terlihat kecenderungan masyarakat kita untuk menyalahkan orang atau pihak lain atas apa yang terjadi atas diri mereka.  Ya ternyata budaya &amp;#8216;kambing hitam&amp;#8217; masih melekat erat pada masyarakat kita.  Bukti keengganan untuk berkaca terhadap kesalahan diri.  &lt;/p&gt;


&lt;p&gt;Bagaimana dengan situasi di tempat kerja ..?  Saya cukup yakin bahwa di banyak situasi kerja budaya inipun masih sering muncul.  Jika di tempat kerja kita masih ada pernyataan-pernyataan seperti : &amp;#8220; Ah, teman-teman saya saja nih yang pada sirik dan suka ngadu ke bos, sehingga saya masih sering dimarahin si bos&amp;#8221;  atau &amp;#8220; Atasan saya orangnya sulit, sukar diajak bicara, makanya prestasi kerja saya ya begini-begini aja tidak bisa berkembang apalagi selama dia yang menjadi atasan saya&amp;#8221; atau  &amp;#8220;  Perusahaan tempat saya kerja pelit tidak bisa menghargai karyawannya, makanya gaji saya ya segini-segini aja, nggak pernah cukup buat kebutuhan keluarga &amp;#8220;&lt;br /&gt;
Jika kata-kata seperti di atas masih atau sering terdengar di tempat kerja kita atau bahkan kita sendiri yang seperti itu maka waspadalah ( seperti kata bang napi ),  artinya &amp;#8216;kambing hitam&amp;#8217; masih jadi piaraan favorit  &lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Memang paling mudah menimpakan kesalahan pada orang lain dan bertindak seakan &amp;#8211; akan kita tidak punya andil dalam kesalahan yang terjadi.  Umumnya orang berbuat seperti ini untuk menghindari sanksi, cemooh atau vonis atas kesalahan yang telah diperbuat entah sengaja maupun tidak atau bisa juga karena faktor gengsi, malu karena telah berbuat salah .  Sikap seperti ini justru  akan berdampak negatif terhadap diri kita sendiri,  karena orang lain justru tidak akan respek disamping itu sikap mencari kambing hitam ini akan menutup ruang bagi diri kita untuk melakukan introspeksi terhadap diri kita.  Kenapa ..?  Ya karena waktu kita akan habis untuk mencari &amp;#8216;kambing &amp;#8211; kambing hitam&amp;#8216;  mana yang bisa &amp;#8216;disembelih&amp;#8217;  untuk dijadikan kurban.  Akan lebih produktif jika waktunya kita gunakan untuk mencari cermin dimana kita bisa berkaca dan melihat dimana letak kesalahan maupun kekurangan yang kita miliki. &lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Faktor penyebab dari semua hal yang terjadi sebenarnya dapat kita golongkan menjadi dua yaitu faktor eksternal dan internal.  Faktor ekternal tentunya adalah hal-hal diluar diri dan kendali kita, seperti : kebijakan pemerintah, kebijakan perusahaan, instruksi atasan, kondisi mental lingkungan, dll.  Faktor internal adalah semua hal yang bersumber dari diri kita sendiri dan ada dalam kendali kita.&lt;br /&gt;
Faktor eksternal ada diluar kendali kita sehingga sangat sulit kalau tidak mau dibilang tidak mungkin bagi kita untuk merubahnya menjadi selaras dengan keinginan kita.  Sebaliknya faktor internal ada dalam kuasa kita untuk mengendalikan, merubah sesuai yang kita inginkan.  Orang &amp;#8211; orang yang cenderung melihat kesalahan orang / pihak lain  tergolong orang yang hanya mau melihat faktor eksternal sebagai penyebab.  Padahal kalau kita mau sedikit merenung, jika kita hanya berkonsentrasi terhadap faktor eksternal akan sangat minim hasil yang bisa kita dapatkan.  Adalah hal yang sangat sulit untuk merubah hal-hal diluar kendali kita, contoh kasus  apakah mudah merubah keputusan pemerintah untuk menaikkan harga BBM, walaupun banyak elemen masyarakat demo di sana &amp;#8211; sini pemerintah tetap pada pendiriannya.  Mungkin hanya stress atau rasa frustasi yang akan kita dapatkan jika kita selalu berharap atau menginginkan hal-hal eksternal ini berubah.  Lalu apa yang dapat kita lakukan..?  Ya, sebaiknya  konsentrasilah terhadap faktor &amp;#8211; faktor internal dalam diri kita, karena kita punya kuasa untuk merubahnya menjadi selaras dengan kondisi dan alam sekitar kita.  Jika kita tidak dapat membuat pemerintah merubah keputusannya menaikkan harga BBM, ya berarti kitalah yang harus fleksibel melakukan berbagai perubahan semisal  memperketat dan mengefisiensikan pos-pos pengeluaran .&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dalam konteks dunia kerja atau di kehidupan sehari &amp;#8211;hari misalnya, kita harus berani berhenti menyalahkan atasan, perusahaan, pemerintah, lingkungan, dll atas hal &amp;#8211; hal yang terjadi terhadap diri kita.  Pasti ada hal &amp;#8211; hal dalam diri kita yang menjadi penyebab itu semua.  Fokuslah pada hal-hal internal diri kita, bersikap fleksibel dan mau melakukan perubahan &amp;#8211; perubahan yang memang diperlukan agar kembali selaras dengan lingkungan di mana kita berada.  &lt;/p&gt;


&lt;p&gt;&amp;#8220; Jangan pernah berharap orang lain berubah, tapi ubahlah diri kita menjadi selaras dengan orang lain &amp;#8220;&lt;/p&gt;


&lt;p&gt;Michael Widi Susanto&lt;/p&gt;
</description>
			    <link>http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php/2010/04/01/budaya_kambing_hitam_1</link>
			  </item>
			  			  <item>
			    <title>Simple Plan-Perfect</title>
			    <description>
&lt;p&gt;&amp;#8220;Perfect&amp;#8221;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Hey dad look at me&lt;br /&gt;
Think back and talk to me&lt;br /&gt;
Did I grow up according to plan?&lt;br /&gt;
And do you think I&amp;#8217;m wasting my time doing things I wanna do?&lt;br /&gt;
But it hurts when you disapprove all along&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;And now I try hard to make it&lt;br /&gt;
I just want to make you proud&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m never gonna be good enough for you&lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t pretend that&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m alright&lt;br /&gt;
And you can&amp;#8217;t change me&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;#8216;Cuz we lost it all &lt;br /&gt;
Nothing lasts forever&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;br /&gt;
Now it&amp;#8217;s just too late and &lt;br /&gt;
We can&amp;#8217;t go back&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;I try not to think&lt;br /&gt;
About the pain I feel inside&lt;br /&gt;
Did you know you used to be my hero?&lt;br /&gt;
All the days you spent with me&lt;br /&gt;
Now seem so far away&lt;br /&gt;
And it feels like you don&amp;#8217;t care anymore&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;And now I try hard to make it &lt;br /&gt;
I just want to make you proud &lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m never gonna be good enough for you&lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t stand another fight&lt;br /&gt;
And nothing&amp;#8217;s alright&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;#8216;Cuz we lost it all &lt;br /&gt;
Nothing lasts forever&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;br /&gt;
Now it&amp;#8217;s just too late and &lt;br /&gt;
We can&amp;#8217;t go back&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Nothing&amp;#8217;s gonna change the things that you said&lt;br /&gt;
Nothing&amp;#8217;s gonna make this right again&lt;br /&gt;
Please don&amp;#8217;t turn your back&lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t believe it&amp;#8217;s hard&lt;br /&gt;
Just to talk to you&lt;br /&gt;
But you don&amp;#8217;t understand&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;#8216;Cuz we lost it all &lt;br /&gt;
Nothing lasts forever&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;br /&gt;
Now it&amp;#8217;s just too late and &lt;br /&gt;
We can&amp;#8217;t go back&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&amp;#8216;Cuz we lost it all &lt;br /&gt;
Nothing lasts forever&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;br /&gt;
Now it&amp;#8217;s just too late and &lt;br /&gt;
We can&amp;#8217;t go back&lt;br /&gt;
I&amp;#8217;m sorry &lt;br /&gt;
I can&amp;#8217;t be perfect&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Lagu ini bercerita bagaimana perasaan seorang anak kepada orangtuanya (ayahnya)&amp;#8211;&quot;Hey dad look at me&quot;. Anak ini sangat ingin menjadi anak yang dapat membanggakan ayahnya&amp;#8211;&quot;Did I grow up according to plan?&quot;. Dan ingin mengikuti semua rencana ayahnya dalam hidup anak ini.  Ia berusaha sangat keras untuk bisa menjadi nomor satu&amp;#8211;&quot;And now I try hard to make it. I just want to make you proud&quot;.&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php/2007/11/19/p93#more93&quot;&gt;[...] Read more!&lt;/a&gt;</description>
			    <link>http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php/2007/11/19/simple_plan_perfect_1</link>
			  </item>
			  			  <item>
			    <title>HoLd On</title>
			    <description>&lt;p&gt;Hold on [Ten2five]&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;When you need someone to hold you&lt;br /&gt;
When you feel cold and alone&lt;br /&gt;
Try to find a way to warm yourself &lt;br /&gt;
But you don&amp;#8217;t know what to do&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;This is for those who suffer a lot&lt;br /&gt;
It feels so hard to smile&lt;br /&gt;
Remember at the time of sadness&lt;br /&gt;
When people are crying for their lives&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Look around you&lt;br /&gt;
There&amp;#8217;s an empiteness in their eyes&lt;br /&gt;
No more children&amp;#8217;s laugh&lt;br /&gt;
No more peace in our lives&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Let&amp;#8217;s hold on together&lt;br /&gt;
Release all your pain&lt;br /&gt;
And let me wipe your tears&lt;br /&gt;
And smile&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Believe in the power of love&lt;br /&gt;
The strength inside you&lt;br /&gt;
And let us survive&lt;br /&gt;
Build the happiness&lt;br /&gt;
Hold on..hold on&amp;#8230;hold on&amp;#8230;hold on&amp;#8230;&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Narative lagu :&lt;br /&gt;
Lagu ini menceritakan tentang semangat dan kekuatan yang ingin dibangun oleh seorang sahabat kepada sahabatnya yang sedang mengalami kesusahan dan kesulitan yang harus dihadapi dalam hidupnya. Hal ini nampak dari cuplikan teks berikut ini: &lt;br /&gt;
&amp;#8220;When you need someone to hold you&lt;br /&gt;
When you feel cold and alone&lt;br /&gt;
Try to find a way to warm yourself &lt;br /&gt;
But you don&amp;#8217;t know what to do&lt;br /&gt;
This is for those who suffer a lot&lt;br /&gt;
It feels so hard to smile&amp;#8221;&lt;/p&gt;
&lt;a href=&quot;http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php/2007/11/19/p89#more89&quot;&gt;[...] Read more!&lt;/a&gt;</description>
			    <link>http://blogs.rumahbelajarpsikologi.com/index.php/2007/11/19/hold_on_by_acintya</link>
			  </item>
			  	</channel>
</rss>
